CV Joint Mobil: Teknologi Terkini untuk Performa yang Lebih Baik

CV Joint Mobil: Teknologi Terkini untuk Performa yang Lebih Baik

CV Joint mobil berperan penting dalam sistem penggerak roda, khususnya pada kendaraan berpenggerak depan atau empat roda. Komponen ini memungkinkan pengiriman tenaga dari transmisi ke roda tetap konsisten, bahkan saat roda berbelok atau suspensi bergerak naik turun. Tanpa CV Joint (Constant Velocity Joint) yang berfungsi dengan baik, pengalaman berkendara dapat terganggu, dan risiko kerusakan pada sistem penggerak meningkat. CV Joint harus mampu menahan berbagai tekanan dan gerakan sambil tetap menjaga kehalusan transmisi tenaga.

Kerusakan pada CV Joint dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari suara berderak saat berbelok, getaran berlebih, hingga kehilangan kendali atas kendaraan. Admin Bengkelly akan membahas fungsi dan jenisnya CV Joint, serta langkah-langkah perawatan untuk memastikan komponen ini tetap dalam kondisi optimal. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang CV Joint, pemilik kendaraan dapat menjaga kinerja dan keamanan berkendara, serta menghindari kerusakan yang tidak diinginkan.

Jenis CV Joint Mobil

cv joint mobil
cv joint mobil

CV Joint (Constant Velocity Joint) adalah komponen penting dalam sistem penggerak mobil yang memungkinkan transmisi tenaga dari transmisi ke roda dengan kecepatan konstan, meskipun roda bergerak naik turun dan berubah arah saat mengemudi. Terdapat beberapa jenis CV Joint yang digunakan dalam mobil, masing-masing dengan karakteristik dan cara kerja yang berbeda. Berikut adalah penjelasan tentang jenis-jenis CV Joint mobil:

1. CV Joint Tipe Birfield (Ball-type CV Joint)

Deskripsi: Juga dikenal sebagai Rzeppa Joint, CV Joint ini menggunakan bola-bola yang ditempatkan dalam kandang di sekitar sumbu pusat.

Cara Kerja:

  • Bola dalam Kandang: Bola-bola ini bergerak dalam jalur yang memungkinkan poros penggerak dan poros keluaran berputar pada kecepatan yang sama meskipun pada sudut yang bervariasi.
  • Fleksibilitas Sudut: Mampu menangani sudut fleksibilitas yang besar, sering digunakan pada ujung luar (near the wheels) drive shaft.

Keunggulan:

  • Kinerja Halus: Menyediakan transmisi tenaga yang sangat halus tanpa getaran.
  • Durabilitas: Tahan lama dan dapat menangani beban berat.

Kekurangan:

  • Pemeliharaan: Memerlukan pelumas yang baik dan penggantian boot secara berkala untuk mencegah masuknya debu dan kotoran.

2. CV Joint Tipe Tripod (Tripod Joint)

Deskripsi: CV Joint ini menggunakan tiga bantalan rol yang terpasang pada batang tripod.

Cara Kerja:

  • Batang Tripod: Setiap bantalan rol bergerak dalam slot di dalam rumah CV Joint, memungkinkan pergerakan aksial yang signifikan.
  • Penyesuaian Panjang: Umumnya digunakan pada ujung dalam (near the transmission) drive shaft untuk mengakomodasi perubahan panjang drive shaft saat suspensi bergerak.

Keunggulan:

  • Kompensasi Panjang: Mampu mengakomodasi perubahan panjang drive shaft dengan baik.
  • Kinerja Baik: Menyediakan transmisi tenaga yang halus pada sudut kecil hingga sedang.

Kekurangan:

  • Beban Sudut: Tidak sebaik ball-type CV Joint dalam menangani sudut besar.

3. CV Joint Tipe Plunge (Plunge Joint)

Deskripsi: Juga dikenal sebagai Double Offset Joint atau Slip Joint, tipe ini memungkinkan pergerakan aksial selain fleksibilitas sudut.

Cara Kerja:

  • Desain Fleksibel: Dirancang untuk memungkinkan drive shaft bergerak maju mundur serta berputar pada sudut yang bervariasi.
  • Gerakan Ganda: Menggabungkan gerakan rotasional dan aksial, cocok untuk kendaraan dengan suspensi independen yang memerlukan fleksibilitas lebih.

Keunggulan:

  • Fleksibilitas Ganda: Mampu menangani gerakan aksial dan rotasional, memberikan fleksibilitas tambahan pada sistem penggerak.
  • Kinerja Baik: Menyediakan transmisi tenaga yang halus dan konstan.

Kekurangan:

  • Kompleksitas Desain: Lebih kompleks dan mungkin lebih sulit untuk dirawat dibandingkan dengan jenis CV Joint lainnya.

4. CV Joint Tipe Fixed (Fixed Joint)

Deskripsi: Fixed Joint dirancang untuk mengakomodasi gerakan sudut tetapi tidak memungkinkan pergerakan aksial.

Baca Juga:  Solenoid Matic Rusak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Cara Kerja:

  • Desain Tetap: Menyediakan fleksibilitas sudut tanpa kemampuan untuk bergerak maju mundur.
  • Keseimbangan dan Kestabilan: Biasanya digunakan pada ujung luar drive shaft untuk memastikan kestabilan dan transmisi tenaga yang konstan.

Keunggulan:

  • Konstruksi Sederhana: Desain yang lebih sederhana dan tahan lama.
  • Stabilitas: Memberikan transmisi tenaga yang stabil pada berbagai sudut.

Kekurangan:

  • Keterbatasan Gerakan: Tidak dapat mengakomodasi perubahan panjang drive shaft, kurang fleksibel dibandingkan dengan jenis plunge joint.

5. CV Joint Tipe Double Cardan (Double Cardan Joint)

Deskripsi: Tipe ini terdiri dari dua U-joint (Universal Joint) yang disusun dalam konfigurasi khusus untuk mengurangi variasi kecepatan sudut.

Cara Kerja:

  • Konfigurasi Ganda: Dua U-joint dihubungkan oleh yoke tengah, memungkinkan fleksibilitas sudut yang lebih besar dan transmisi tenaga yang lebih halus.
  • Pengurangan Getaran: Mengurangi getaran dan variasi kecepatan sudut dibandingkan dengan single U-joint.

Keunggulan:

  • Fleksibilitas Tinggi: Mampu menangani sudut yang lebih besar dengan transmisi tenaga yang halus.
  • Reduksi Getaran: Mengurangi getaran dan variasi kecepatan sudut, memberikan kinerja yang lebih baik.

Kekurangan:

  • Kompleksitas dan Ukuran: Lebih kompleks dan lebih besar, memerlukan ruang instalasi yang lebih banyak.
  • Pemeliharaan: Memerlukan pemeliharaan yang lebih teliti untuk memastikan komponen berfungsi dengan baik.

6. CV Joint Tipe DOJ (Double Offset Joint)

Deskripsi: Tipe ini memungkinkan fleksibilitas sudut dan pergerakan aksial yang signifikan, sering digunakan pada kendaraan dengan suspensi independen.

Cara Kerja:

  • Gerakan Ganda: Menggabungkan kemampuan untuk menangani gerakan aksial dan sudut, cocok untuk suspensi yang memerlukan fleksibilitas tambahan.
  • Desain Offset: Menggunakan desain offset untuk mengurangi stres pada komponen dan meningkatkan durabilitas.

Keunggulan:

  • Fleksibilitas Tambahan: Mampu menangani gerakan aksial dan sudut dengan baik.
  • Durabilitas: Desain yang mengurangi stres pada komponen, meningkatkan umur panjang.

Kekurangan:

  • Kompleksitas: Lebih kompleks dan mungkin lebih sulit untuk dirawat dibandingkan dengan jenis CV Joint yang lebih sederhana.

CV Joint adalah komponen vital dalam sistem penggerak mobil yang memungkinkan transmisi tenaga dari transmisi ke roda dengan kecepatan konstan, meskipun roda bergerak naik turun dan berubah arah saat mengemudi. Jenis-jenis CV Joint meliputi ball-type CV Joint, tripod-type CV Joint, plunge joint, fixed joint, double cardan joint, dan double offset joint, masing-masing dengan keunggulan dan kekurangannya.

Fungsi CV Joint Mobil

cv joint mobil
cv joint mobil

CV Joint (Constant Velocity Joint) adalah komponen vital dalam sistem penggerak mobil yang memastikan transmisi tenaga dari transmisi ke roda dengan kecepatan konstan, meskipun roda bergerak naik turun dan berubah arah saat mengemudi. Berikut adalah penjelasan tentang fungsi CV Joint mobil:

1. Transmisi Tenaga yang Halus dan Konstan

Deskripsi: CV Joint memungkinkan tenaga dari transmisi ditransmisikan ke roda dengan kecepatan konstan, meskipun sudut antara poros penggerak dan roda berubah.

Cara Kerja:

  • Rotasi Konsisten: CV Joint memungkinkan poros penggerak dan poros keluaran berputar pada kecepatan yang sama, menghilangkan variasi kecepatan sudut.
  • Sudut Fleksibilitas: CV Joint mampu menyesuaikan sudut hingga 45 derajat atau lebih, tergantung pada jenisnya.

Manfaat:

  • Kinerja Halus: Mengurangi getaran dan suara, meningkatkan kenyamanan berkendara.
  • Efisiensi: Mengoptimalkan transmisi tenaga, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kinerja kendaraan.

2. Mengakomodasi Pergerakan Suspensi

Deskripsi: CV Joint memungkinkan perubahan panjang dan sudut drive shaft saat suspensi bergerak.

Cara Kerja:

  • Pergerakan Aksial: Beberapa jenis CV Joint, seperti tripod joint, memungkinkan pergerakan aksial yang signifikan untuk menyesuaikan perubahan panjang drive shaft.
  • Penyesuaian Sudut: CV Joint dapat menyesuaikan sudut untuk mengikuti gerakan naik turun suspensi dan perubahan arah roda.

Manfaat:

  • Kendaraan Stabil: Menjaga kontak roda dengan permukaan jalan, meningkatkan stabilitas dan kendali kendaraan.
  • Durabilitas Komponen: Mengurangi beban pada komponen suspensi dan sistem penggerak, memperpanjang umur komponen.

3. Memastikan Fleksibilitas pada Sistem Penggerak Depan

Deskripsi: CV Joint sangat penting untuk kendaraan dengan penggerak roda depan (FWD) karena roda depan tidak hanya berputar untuk menggerakkan kendaraan tetapi juga mengarahkan kendaraan.

Cara Kerja:

  • Rotasi dan Belokan: CV Joint memungkinkan roda depan untuk berbelok sambil tetap menerima tenaga dari transmisi.
  • Penyesuaian Sudut yang Cepat: Memungkinkan perubahan sudut yang cepat dan konstan saat roda depan berbelok.

Manfaat:

  • Manuver Kendaraan: Meningkatkan kemampuan manuver dan respons kemudi.
  • Kinerja Optimal: Memastikan transmisi tenaga yang konsisten selama belokan, meningkatkan kinerja dan keselamatan.

4. Mengurangi Getaran dan Kebisingan

Deskripsi: CV Joint dirancang untuk mengurangi getaran dan kebisingan yang dihasilkan oleh perubahan sudut dan pergerakan aksial drive shaft.

Cara Kerja:

  • Desain Bola atau Rol: Penggunaan bola atau rol dalam desain CV Joint memungkinkan transmisi tenaga yang halus tanpa getaran berlebih.
  • Keseimbangan Dinamis: CV Joint dirancang untuk menjaga keseimbangan dinamis pada berbagai sudut operasi.
Baca Juga:  Carbon Kap Mobil: Pahami Keuntungan dan Kekurangannya!

Manfaat:

  • Kenyamanan Berkendara: Mengurangi getaran dan kebisingan, meningkatkan kenyamanan pengemudi dan penumpang.
  • Durabilitas Komponen: Mengurangi beban dan keausan pada komponen penggerak lainnya, memperpanjang umur komponen.

5. Memfasilitasi Desain Suspensi Independen

Deskripsi: CV Joint mendukung desain suspensi independen pada kendaraan modern, memungkinkan setiap roda bergerak secara bebas satu sama lain.

Cara Kerja:

  • Gerakan Independen: CV Joint memungkinkan roda untuk bergerak secara independen, menyesuaikan dengan kondisi jalan yang berbeda-beda.
  • Transmisi Tenaga Konsisten: Tetap memastikan transmisi tenaga yang konsisten meskipun sudut dan panjang drive shaft berubah.

Manfaat:

  • Kinerja Suspensi: Meningkatkan kinerja suspensi, memberikan kenyamanan dan stabilitas yang lebih baik.
  • Pengendalian Kendaraan: Meningkatkan pengendalian dan kemampuan manuver kendaraan.

6. Mendukung Sistem Penggerak All-Wheel Drive (AWD) dan Four-Wheel Drive (4WD)

Deskripsi: Pada kendaraan AWD dan 4WD, CV Joint memastikan transmisi tenaga yang efisien ke semua roda, baik dalam kondisi jalan raya maupun off-road.

Cara Kerja:

  • Penyesuaian Sudut dan Panjang: CV Joint pada drive shaft depan dan belakang menyesuaikan sudut dan panjang untuk memastikan semua roda menerima tenaga secara konstan.
  • Kinerja Off-Road: CV Joint memungkinkan pergerakan roda yang lebih bebas dalam kondisi off-road yang berat.

Manfaat:

  • Traksi Optimal: Memastikan traksi yang optimal pada semua roda, meningkatkan kemampuan kendaraan dalam berbagai kondisi jalan.
  • Kinerja Off-Road: Meningkatkan kinerja kendaraan dalam kondisi off-road, memberikan stabilitas dan kontrol yang lebih baik.

7. Mengurangi Tekanan pada Komponen Lain

Deskripsi: Dengan memastikan transmisi tenaga yang halus dan konstan, CV Joint mengurangi tekanan dan keausan pada komponen lain dalam sistem penggerak.

Cara Kerja:

  • Reduksi Beban: CV Joint mengurangi beban pada komponen seperti transmisi, diferensial, dan roda gigi dengan menyediakan transmisi tenaga yang konsisten dan bebas getaran.
  • Pengurangan Keausan: Desain yang halus dan fleksibel mengurangi gesekan dan keausan pada komponen penggerak.

Manfaat:

  • Perawatan Lebih Mudah: Mengurangi kebutuhan perawatan dan perbaikan pada komponen penggerak lainnya.
  • Umur Komponen Panjang: Memperpanjang umur komponen dalam sistem penggerak, mengurangi biaya perawatan jangka panjang.

8. Menjaga Efisiensi Bahan Bakar

Deskripsi: CV Joint yang efisien membantu menjaga efisiensi bahan bakar dengan mengurangi gesekan dan memastikan transmisi tenaga yang optimal.

Cara Kerja:

  • Transmisi Tenaga Optimal: CV Joint memastikan tenaga dari mesin ditransmisikan ke roda dengan efisiensi tinggi, mengurangi kehilangan tenaga.
  • Reduksi Gesekan: Mengurangi gesekan antara komponen, memungkinkan mesin bekerja dengan lebih efisien.

Manfaat:

  • Konsumsi Bahan Bakar Lebih Rendah: Mengurangi konsumsi bahan bakar, meningkatkan efisiensi kendaraan.
  • Emisi Lebih Rendah: Mengurangi emisi kendaraan dengan memastikan pembakaran yang lebih efisien.

CV Joint adalah komponen vital dalam sistem penggerak mobil yang memastikan transmisi tenaga dari transmisi ke roda dengan kecepatan konstan, meskipun roda bergerak naik turun dan berubah arah saat mengemudi. Fungsi utama CV Joint meliputi transmisi tenaga yang halus dan konstan, mengakomodasi pergerakan suspensi, memastikan fleksibilitas pada sistem penggerak depan, mengurangi getaran dan kebisingan, memfasilitasi desain suspensi independen, mendukung sistem penggerak AWD dan 4WD, mengurangi tekanan pada komponen lain, dan menjaga efisiensi bahan bakar.

Tips Perawatan CV Joint Mobil

cv joint mobil
cv joint mobil

CV Joint (Constant Velocity Joint) adalah komponen penting dalam sistem penggerak mobil yang memungkinkan transmisi tenaga dari transmisi ke roda dengan kecepatan konstan, meskipun roda bergerak naik turun dan berubah arah saat mengemudi. Perawatan yang tepat dari CV Joint sangat penting untuk menjaga kinerja dan umur panjang kendaraan. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat CV Joint mobil:

1. Pemeriksaan Boot CV Joint Secara Berkala

Deskripsi: Boot CV Joint adalah pelindung karet yang menjaga pelumas tetap di dalam dan mencegah masuknya debu, air, dan kotoran.

Langkah-Langkah:

  • Periksa Kondisi Boot: Periksa boot CV Joint secara berkala untuk memastikan tidak ada robekan, retakan, atau kerusakan. Lakukan pemeriksaan visual setiap kali Anda mengganti oli atau melakukan servis rutin.
  • Periksa Kebocoran Pelumas: Cari tanda-tanda kebocoran pelumas di sekitar area CV Joint. Pelumas yang bocor dapat mengindikasikan bahwa boot CV Joint rusak dan perlu diganti.

Tindakan:

  • Segera Ganti Boot yang Rusak: Jika boot CV Joint rusak atau robek, segera ganti untuk mencegah masuknya kotoran yang dapat merusak CV Joint.
  • Penggunaan Pelumas yang Tepat: Pastikan untuk menggunakan pelumas yang direkomendasikan oleh pabrikan saat mengganti boot.

2. Pelumasan CV Joint

Deskripsi: Pelumasan yang baik sangat penting untuk menjaga kinerja dan umur panjang CV Joint.

Baca Juga:  Perawatan Aki Basah Mobil: Masalah dan Cara Mengatasinya!

Langkah-Langkah:

  • Gunakan Pelumas Berkualitas: Gunakan pelumas berkualitas tinggi yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan.
  • Isi Ulang Pelumas: Pastikan CV Joint selalu memiliki cukup pelumas. Isi ulang pelumas jika diperlukan, terutama setelah mengganti boot.

Tindakan:

  • Pemeliharaan Berkala: Lakukan penggantian pelumas secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan atau saat melakukan penggantian boot.
  • Periksa Level Pelumas: Periksa level pelumas di dalam boot CV Joint untuk memastikan tidak ada kebocoran.

3. Pemeriksaan Getaran dan Suara

Deskripsi: Getaran atau suara aneh dari bagian depan kendaraan dapat mengindikasikan masalah pada CV Joint.

Langkah-Langkah:

  • Dengarkan Suara Aneh: Dengarkan suara klik atau getaran saat mengemudi, terutama saat berbelok. Suara ini sering kali lebih terasa saat berakselerasi atau berbelok tajam.
  • Uji Kendaraan: Lakukan uji jalan dengan berbagai kecepatan dan sudut kemudi untuk mendeteksi adanya getaran atau suara yang tidak biasa.

Tindakan:

  • Segera Periksa dan Perbaiki: Jika terdeteksi suara atau getaran yang tidak biasa, periksa CV Joint dan ganti jika ditemukan kerusakan.
  • Konsultasi dengan Teknisi: Jika Anda tidak yakin tentang kondisi CV Joint, konsultasikan dengan teknisi profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut.

4. Pemeriksaan Kebocoran Pelumas

Deskripsi: Kebocoran pelumas dapat menyebabkan kerusakan serius pada CV Joint karena pelumasan yang tidak memadai.

Langkah-Langkah:

  • Periksa Area Sekitar CV Joint: Periksa area di sekitar CV Joint untuk mendeteksi tanda-tanda kebocoran pelumas.
  • Cari Tanda-tanda Pelumas Bocor: Pelumas yang bocor biasanya terlihat sebagai cairan berwarna cokelat atau hitam di sekitar boot CV Joint.

Tindakan:

  • Segera Perbaiki Kebocoran: Jika ditemukan kebocoran, segera perbaiki untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Biasanya, ini melibatkan penggantian boot atau pengisian ulang pelumas.
  • Ganti Komponen yang Rusak: Jika CV Joint sudah rusak parah karena kebocoran, ganti komponen tersebut dengan yang baru.

5. Penggantian CV Joint yang Aus atau Rusak

Deskripsi: CV Joint yang aus atau rusak harus diganti untuk memastikan kinerja optimal dan keselamatan kendaraan.

Langkah-Langkah:

  • Periksa Kondisi CV Joint: Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada CV Joint untuk mendeteksi tanda-tanda keausan atau kerusakan, seperti robekan pada boot, kebocoran pelumas, atau suara klik saat berbelok.
  • Gunakan Suku Cadang Asli: Saat mengganti CV Joint, gunakan suku cadang asli yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan untuk memastikan kualitas dan kompatibilitas.

Tindakan:

  • Segera Ganti CV Joint yang Rusak: Jika CV Joint ditemukan aus atau rusak, segera ganti dengan yang baru untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dan menjaga kinerja kendaraan.
  • Prosedur Penggantian yang Tepat: Ikuti prosedur penggantian yang tepat atau minta bantuan teknisi profesional untuk memastikan penggantian dilakukan dengan benar.

6. Pemeliharaan Sistem Suspensi dan Penggerak

Deskripsi: Sistem suspensi dan penggerak yang terawat dengan baik membantu menjaga kinerja CV Joint.

Langkah-Langkah:

  • Periksa Komponen Suspensi: Periksa komponen suspensi seperti bushing, strut, dan ball joint untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik dan tidak ada keausan yang berlebihan.
  • Periksa Drive Shaft: Pastikan drive shaft dalam kondisi baik dan tidak bengkok atau rusak.

Tindakan:

  • Lakukan Perawatan Berkala: Lakukan perawatan berkala pada sistem suspensi dan penggerak sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan oleh pabrikan.
  • Segera Perbaiki Masalah: Segera perbaiki atau ganti komponen suspensi dan penggerak yang aus atau rusak untuk mencegah kerusakan pada CV Joint.

7. Pemeliharaan yang Tepat Setelah Berkendara di Kondisi Ekstrem

Deskripsi: Berkendara di kondisi ekstrem seperti jalan berlumpur, berdebu, atau berair dapat mempercepat keausan CV Joint.

Langkah-Langkah:

  • Periksa Setelah Berkendara di Kondisi Ekstrem: Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada CV Joint setelah berkendara di kondisi ekstrem untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan atau keausan.
  • Bersihkan Area Sekitar CV Joint: Bersihkan area sekitar CV Joint dari lumpur, debu, dan kotoran yang dapat merusak boot atau komponen lainnya.

Tindakan:

  • Segera Ganti Boot yang Rusak: Jika boot CV Joint rusak setelah berkendara di kondisi ekstrem, segera ganti untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
  • Pelumasan Ulang: Lakukan pelumasan ulang pada CV Joint jika diperlukan untuk memastikan komponen tetap berfungsi dengan baik.

Perawatan CV Joint mobil memerlukan perhatian khusus untuk memastikan kinerja optimal dan umur panjang komponen ini. Langkah-langkah perawatan meliputi pemeriksaan boot CV Joint secara berkala, pelumasan yang baik, pemeriksaan getaran dan suara, pemeriksaan kebocoran pelumas, penggantian CV Joint yang aus atau rusak, pemeliharaan sistem suspensi dan penggerak, serta perawatan yang tepat setelah berkendara di kondisi ekstrem.

Kesimpulan

CV Joint (Constant Velocity Joint) mobil adalah komponen penting yang memungkinkan penggerak roda depan atau belakang bekerja dengan lancar, bahkan saat roda berbelok atau suspensi bergerak. CV Joint memastikan tenaga dari transmisi disalurkan secara efisien ke roda, memberikan pengalaman berkendara yang stabil dan responsif. Mengabaikan perawatan CV Joint dapat mengakibatkan kerusakan serius, yang berdampak pada kenyamanan dan keamanan berkendara.

Pemeliharaan rutin CV Joint meliputi pemeriksaan berkala terhadap kondisi boot (karet pelindung) dan memastikan tidak ada kebocoran atau retakan. Penggantian pelumas secara teratur dan segera mengganti boot yang rusak adalah langkah-langkah penting untuk mencegah masuknya kotoran dan kelembaban yang dapat merusak CV Joint. Dengan menjaga CV Joint dalam kondisi baik, pemilik kendaraan dapat memastikan kinerja optimal dan umur panjang komponen ini, sehingga menjamin pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.

Ayo periksa di bengkel mobil rest area. Dengan melakukan servis di Bengkelly, Anda akan medapatkan pelayanan yang menarik. Dengan mekanik yang andal kendaraan Anda akan kembali tampil lebih prima saat digunakan. Untuk infromasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi 021 5080 8195 (Head Office) dan +62 856-0490-2127 (WhatsApp). Anda juga bisa Download Aplikasi Bengkelly di Playstore untuk informasi mengenai booking service dan seputar layanan Bengkelly.

Aplikasi Bengkelly dengan Fitur Terbaru
Lokasi Charging Station

Apakah Anda seorang pengendara yang sering bepergian jauh? Atau mungkin Anda seorang pemilik kendaraan listrik yang selalu mencari Lokasi Charging Station terdekat?

Kini, dengan aplikasi Bengkelly, semua kebutuhan Anda bisa teratasi dengan mudah! Kami dengan bangga memperkenalkan fitur terbaru kami: Lokasi Charging Station.