Mobil Panas di Jalan? Ini Dia Cara Mengatasi Mobil Overheat!

Mobil Panas di Jalan? Ini Dia Cara Mengatasi Mobil Overheat!

Mobil overheat adalah situasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran dan merusak pengalaman berkendara. Untungnya, menangani masalah ini tidaklah selalu sulit jika dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat. Overheat bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah pada sistem pendingin hingga kondisi tertentu di jalan. Anda perlu memahami cara mengatasi mobil overheat agar tidak hanya dapat melanjutkan perjalanan, tetapi juga mencegah kerusakan yang lebih serius pada mesin kendaraan. Oleh sebab itu, kali ini Admin Bengkelly akan membahas mengenai cara mengatasi mobil overheat.

Penyebab dari mobil overheat bisa bermacam-macam, mulai dari kebocoran sistem pendingin, termostat yang tidak berfungsi, hingga masalah pada kipas radiator. Tanda-tanda klasik seperti asap putih keluar dari kap mesin, lampu indikator suhu yang menyala, atau bahkan suara mesin yang tidak biasa seharusnya menjadi peringatan serius bagi pengemudi. Meninggalkan masalah overheat tanpa penanganan yang cepat dapat mengakibatkan kerusakan lebih lanjut pada mesin dan komponen kendaraan, serta mengakibatkan biaya perbaikan yang signifikan.

Untuk menghindari masalah overheat, Anda dapat mengambil sejumlah tindakan pencegahan. Pemeliharaan rutin, termasuk pemeriksaan sistem pendingin, cek cairan pendingin, dan perhatian terhadap kondisi kipas radiator, merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting. Selain itu, ketika mobil menunjukkan tanda-tanda overheat, sebaiknya segera berhenti, matikan mesin, dan periksa penyebabnya. Dengan pemahaman yang baik tentang gejala dan pencegahan overheat, Anda dapat menjaga keandalan kendaraan mereka serta meminimalkan risiko kerusakan yang tidak diinginkan.

Penyebab Overheat pada Mobil

Overheat pada mobil dapat menjadi masalah serius yang dapat merugikan kinerja dan keberlanjutan mesin. Penyebab dari kondisi ini bisa bervariasi, melibatkan berbagai sistem dan komponen dalam kendaraan.

Faktor-faktor seperti kebocoran sistem pendingin, termostat yang tidak berfungsi, kipas radiator yang rusak, atau bahkan oli mesin yang kotor, semuanya dapat menyebabkan suhu mesin meningkat secara signifikan. Dengan memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan overheating, Anda dapat menjaga kesehatan mesin dan mencegah kerusakan yang lebih serius.

Kipas Radiator Rusak

Penyebab mobil mengalami overheat adalah karena kipas pendingin yang rusak atau mati. Bentuk kerusakannya sendiri berbagai macam. Kipas radiator ini memiliki peran penting dalam sistem pendingin mobil karena untuk mengalirkan udara dari luar melalui sirip radiator untuk mendinginkan radiator.

Baca Juga:  Knalpot Karatan Bikin Suara Bising? Tenang Atasi dengan Cara Ini!

Kipas radiator dapat dikatakan seringkali mengalami masalah dan mudah rusak. Biasanya, kerusakan kipas pendingin terjadi karena dinamonya tidak bekerja. Kerusakan pada kipas pendingin dapat berdampak pada susahnya penurunan mesin sehingga mesin mobil menjadi overheat.

Tidak Menggunakan Oli Berkualitas

Oli mesin
Cara Mengatasi Mobil Overheat

Penggunaan oli mesin yang tidak memiliki kualitas terbaik atau palsu dapat menyebabkan mobil mengalami overheat. Hal ini karena oli tidak dapat melumasi bagian mesin mobil dengan baik, sehingga terjadi gesekan yang ditimbulkan begitu besar. Oli yang memiliki kualitas rendah cenderung tidak tahan panas dan cepat menguap.

Masyarakat lebih memilih untuk mengganti oli mobil yang tidak sesuai spesifikasi karena harganya lebih murah. Padahal hal ini tidak dianjurkan. Walaupun biaya oli mesinnya murah, namun apabila terjadi kerusakan pada mesin mobil Anda maka Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

Radiator Rusak

Selanjutnya, penyebab mobil mengalami overheat adalah radiator yang mengalami kerusakan. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air radiator yang membawa panas dari mesin. Bentuk kerusakan pada radiator beragam, salah satunya terjadi kebocoran pada selang-selangnya.

Saat radiator bocor, maka cairan pendingin tersebut akan terbuang. Akibatnya, sistem pendingin mobil tidak dapat mendinginkan suhu mesin dengan optimal. Apabila radiator mengalami kerusakan atau masalah, mesin mobil juga dapat overheating. Umunya, kerusakan pada selang radiator disebabkan oleh getas atau termakan usia.

Cairan Radiator Coolant Habis

Air Radiator
Cara Mengatasi Mobil Overheat

Agar radiator dapat berfungsi dengan baik, radiator coolant atau air radiator digunakan untuk mendinginkan mesin. Air radiator ini akan mengalir melalui saluran yang sudah terpasang di sekeliling mesin mobil. Jika mesin mobil mengalami overheat setelah lama digunakan, bisa jadi hal itu disebabkan oleh habisnya cairan radiator coolant.

Lakukan penambahan air radiator saat volumenya sudah mau habis. Usia air radiator dapat dibilang cukup panjang, mencapai 20.000 km. Namun sebelum jarak tempuh tercapai bukan berarti tidak perlu melakukan pengecekan. Lakukan pengecekan air radiator sebelum menggunakan mobil terutama ketika hendak melakukan perjalanan jauh.

Termostat Rusak

Termostat memiliki fungsing untuk memberitahukan keadaan mesin mobil kepada radiator. Ketika suhu yang dibacanya tergolong rendah, termostat akan menahan air agar tak perlu meninggalkan radiator. Ketika termostat menangkap suhu mesin tinggi, air radiator akan masuk ke dalam saluran pendingin yang ada di mesin.

Apabila termostat mobil rusak dapat menyebabkan hambatan pada saluran air radiator. Jika termostat rusak maka suhu mesin susah turun dan mengalami overheat karena air radiator tidak dapat mengalir. Sehingga sistem pendingin tidak dapat berfungsi dengan baik dan menyebabkan overheat.

Tanda-Tanda Mobil Overheat

AC Mobil
Cara Mengatasi Mobil Overheat

Tanda-tanda overheat pada mobil adalah sinyal penting yang harus diperhatikan oleh pengemudi agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Ketika mobil mengalami overheating, beberapa indikator dapat terlihat, seperti asap yang keluar dari kap mesin, atau bahkan lampu indikator suhu mesin yang menyala.

Baca Juga:  Cara Berkendara Irit BBM, Pengemudi Wajib Tahu!

Mengetahui tanda-tanda ini secara dini dapat membantu mengidentifikasi masalah dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Dalam konteks ini, pemahaman yang baik tentang tanda-tanda mobil overheat menjadi kunci untuk menjaga performa dan keandalan kendaraan sehari-hari.

  1. Tenaga Mesin Menurun: Apabila suhu mobil mulai panas, mesin akan kehilangan tenaga (knocking) saat berjalan. Peristiwa ini terjadi karena menandakan komponen mobil mengalami pemuaian akibat suhu yang tinggi.
  2. AC Tidak Dingin: Selain terjadi pada mesin, mobil yang overheat dapat ditandai dengan AC mobil yang tidaj dingin. Suhu panas akan menguapkan angin panas ke dalam kabin.
  3. Mobil Mogok: Walaupun penyebab mobil mogok beragam, namun overheat menjadi salah satu penyebabnya. Mobil memiliki mekanisme keselamatan yang dapat menghentikan beberapa fungsi atau komponen yang meningkatkan beban kerja mesin. Jika mobil terus dipaksakan untuk berjalan saat suhunya naik, mobil itu pasti mogok.
  4. Indikator Mesin Merah: Sebuah mobil yang terlalu panas akan menunjukkan simbol termometer dengan lampu kuning dan merah. Jika lampu merah menyala, itu berarti mesinnya lebih panas dari biasanya.
  5. Blok Mesin Retak: Jika mesin terlalu panas, blok mesin mengalami keretakan. Indikasi tersebut adalah cairan radiator yang keluar secara terus menerus.

Cara Mengatasi Mesin Mobil Overheat

Cara Mengatasi Mobil Overheat
Cara Mengatasi Mobil Overheat

Apabila Anda menemukan tanda-tanda overheat pada mobil, Anda harus mengetahui cara mengatasinya. Untuk mengatasi mobil yang overheat, Anda dapat menepi ke pinggir jalan yang aman dan mematikan mesin mobil. Jika mesin overheat, suhu mesin akan meningkat secara drastis. Apabila mobil terus melaju, maka mesin akan terus bekerja dan suhu mesin akan menjadi semakin tinggi.

Setelah mematikan mesin mobil dan sudah berhenti di tempat yang aman. Anda dapat membuka kap mesin mobil dan pasang tuas penyangga. Dengan ini, udara panas tidak akan terperangkap sehingga suhu mesin dapat lebih cepat turun ke suhu normal. Hindari membuka tutup radiator setelah baru membuka kap mobil. Tunggu selama 30 menit hingga beberapa jam untuk mendiamkan mesin agar suhunya kembali normal.

Apabila suhu mesin sudah kembali normal hingga cukup dingin, Anda dapat membuka tutup radiator untuk memeriksa volume air radiator. Jika volume air radiator kurang, maka tambahkan cairan pendingin yang sesuai dengan spesifikasi mobil Anda. Dengan begitu, mesin dapat lebih cepat bekerja dengan normal. Kemudian, cari titik kebocoran pada sistem pendingin jika mesin mengalami overheat. Jika tidak ada kebocoran, maka Anda dapat melanjutkan perjalanan Anda. Namun bila terdapat kebocoran, maka Anda dapat memanggil bantuan bengkel terdekat atau mencari jasa mobil derek.

Baca Juga:  Moonroof Mobil: Kecanggihan Teknologi dan Estetika Desain

Cara Mencegah Terjadinya Overheat

Cara Mengatasi Mobil Overheat
Cara Mengatasi Mobil Overheat

Mencegah terjadinya overheat pada mobil adalah langkah untuk menjaga kesehatan mesin dan kelancaran perjalanan. Anda dapat mengimplementasikan beberapa strategi untuk menghindari masalah overheating. Memastikan cairan pendingin (coolant) dalam tangki radiator berada pada level yang tepat merupakan salah satu mencegah terjadinya overheat.

Anda juga harus untuk menghindari beban berat pada mesin, terutama dalam kondisi lalu lintas padat atau perjalanan jarak jauh. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat mengurangi risiko overheating dan menjaga mesin kendaraan dalam kondisi optimal.

  1. Pastikan Kipas Pendingin Berfungsi: Pastikan permukaannya bersih untuk memastikan bahwa kipas angin radiator masih berfungsi dengan baik. Kotoran yang terselip akan mengganggu hembusan dan kecepatan kipas angin, menyebabkan radiator menjadi panas.
  2. Memeriksa Tutup Radiator: Apabila karet pada tutup radiator mulai mengeras, akan mengakibatkan air pendingin mesin keluar radiator tidak melalui tabung reservoir.
  3. Menggunakan Radiator Coolant: Cairan pendingin adalah cairan yang dirancang untuk menyerap panas dari mobil dan melindunginya dari korosi dan karat. Saat musim panas, tambahkan air radiator untuk mengurangi kemungkinan mobil overheat.
  4. Memeriksa Ketinggian Oli: Pastikan kondisi volume oli mesin sesuai dengan yang seharusnya. Gunakan oli stick untuk mengukur ketinggiannya.

Kesimpulan

Mobil overheat adalah masalah yang tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan selama perjalanan, tetapi juga dapat merusak mesin kendaraan secara signifikan. Suhu mesin yang melampaui batas normalnya dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kebocoran pada sistem pendingin, termostat yang tidak berfungsi, atau bahkan kurangnya perhatian terhadap tingkat cairan pendingin.

Mengatasi mobil overheat bukan hanya tentang penanganan masalah saat itu terjadi, tetapi juga melibatkan tindakan pencegahan yang teratur. Pemeliharaan rutin, seperti pemeriksaan sistem pendingin, penggantian termostat yang sudah tua, dan perhatian terhadap level coolant, adalah langkah-langkah yang dapat membantu mencegah overheat.

Apabila Anda merupakan perusahaan logistik yang ingin bekerjasama dengan Bengkelly, Anda dapat hubungi Bengkelly. Dengan layanan Bengkelly armada kendaraan Anda akan selalu bekerja secara optimal, dan pihak Bengkelly akan memberikan histori perbaikannya kepada Anda. Anda dapat menghubungi kami melalui email [email protected], nomor telepon 021 5080 8195/ 0856-0490-2127, atau Anda juga dapat mengisi form dibawah ini:

Form Registrasi

Comments are closed.